;

SPBU Nomor 14.282.683 Tabek Gadang Milik Irvan Herman Kian Disorot: Manager Tak Muncul Sopir Isi Tangki Sendiri, Sistem Deposit Mafia BBM Subsidi Menguat, Muncul Sosok Khairuddin Ngaku Pengawas Intervensi Wartawan

Delikhukrim.com, Pekanbaru — Setelah pemberitaan viral Media Delikhukrim.com mengenai aktivitas pelangsiran BBM subsidi di SPBU Nomor 14.282.683 Tabek Gadang, Jalan DM Amin Kota Pekanbaru Milik Irvan Herman.

Padahal, SPBU Nomor 14.282.683 baru disanksi PT Pertamina. Namun, SPBU Milik Irvan Herman yang merupakan Politisi PAN (Partai Amanat Nasional) ini terkesan Kebal Hukum tidak pernah diproses secara hukum diduga kuat ada Oknum yang melindungi permainan mereka sehingga berani melakukan permain serupa secara berulang kali meski baru disanksi Pertamina.
Adapun sekali SPBU Milik Irvan Herman yang diproses Hukum yakni SPBU Irvan Herman yang berada di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan yang ditangkap hanya sekuriti dan pelangsir.

Irvan Herman merupakan Anak Almarhum Herman Abdullah Mantan Walikota Pekanbaru dua periode, SPBU Tabek Gadang sudah puluhan tahun beroperasi dan kerap diberitakan bahkan sampai dilaporkan ke PT Pertamina terkait permainan mereka, namun itu terus dilakukan secara berulang tanpa tersentuh dan tidak pernah diproses hukum.
Dalam temuan terekam kamera sopir pelangsir mengisi sendiri tangki m0bil mereka tanpa terlihat operator SPBU, Kamis 29 Juni 2025 sekitar pukul 11.40 WIB. Al hasil, Sistem Deposit untuk Mafia BBM Subsidi yang diduga bekerjasama ‘merampok’ jatah subsidi masyarakat semakin menguat.

“SPBU Tabek Gadang Milik Irvan Herman itu memang sistem deposit bayar duluan, misalnya untuk seminggu. Jadi, pelangsir tinggal mengambil jatah mereka berapa ton misalnya sehari, itu makanya seperti temuan abang mereka bisa isi sendiri tidak ada operator karena sudah di bayar duluan dengan sistem deposit, ” ungkap Sumber yang minta tidak disebutkan namanya.

Terlihat, setelah mengisi sendiri para Sopir pelangsing tidak ada terlihat melakukan pembayaran karena tidak ada operator di pompa Solat Subsidi atau Biosolar.

Tim investigasi dari Media PutraBhayangkara.com melakukan konfirmasi langsung kepada pihak Manajemen SPBU, dalam hal ini kepada Ocu Edi, selaku Manager dan Penanggung Jawab Lapangan.

Namun, alih-alih mendapatkan klarifikasi resmi, konfirmasi tersebut justru dijawab oleh seseorang yang mengaku bernama Khairuddin yang mengaku sebagai Pengawas. Sosok ini muncul secara tiba-tiba dan berbicara seolah-olah memiliki kedekatan atau kuasa atas internal SPBU. Sayangnya, bukan penjelasan yang diberikan, melainkan respons bernada emosional mengintervensi Wartawan yang melakukan konfirmasi.
Berikut cuplikan jawaban Khairuddin saat dikonfirmasi:

“Ku sampaikan disini, kalian gak ada dibantu, gak ada dibantu. Nanti ku kirim semua, nanti bingung kalian. Jangan kayak gitu caranya…” ujar Khairuddin.

Tidak hanya itu, Khairuddin malah bukan menjawab konfirmasi agar aktivitas SPBU Tabek Gadang yang bekerjasama dengan Mafia BBM Subsidi tidak diberitakan karena Khairuddin merasa sudah membantu Wartawan.

“Bijaksana lah sedikit kalian jadi orang, bukan perkara konfirmasi disini kak, aku cuma nanya sama kakak kapasitas kakak yang… Tapi selama ini kakak aku tolong, sama aku ada pernah. Dimana kakak sekarang?” ujar Khairuddin.

Dengan nada keras dan Mengintervensi, Khairuddin mengalihkan pembicaraan dan menanyakan posisi pewarta. Namun setelah tim media menjelaskan bahwa mereka berada di Pekanbaru, yang bersangkutan tidak kunjung muncul di lokasi, meskipun sempat mengesankan akan menemui secara langsung untuk menjawab konfirmasi.

 

Pola Lama, Pihak SPBU Tabek Gadang Tak Profesional Bungkam Tutupi Permainan Munculkan Sosok Bertingkah Seperti Preman

Tidak hanya mangkir dari permintaan klarifikasi, Ocu Edi selaku pihak yang seharusnya bertanggung jawab justru tidak hadir memberi pernyataan langsung. Pola ini menjadi sorotan: menghindari pertanggungjawaban publik dan menyulitkan akses informasi media.
Sikap tersebut semakin memperkuat dugaan adanya jaringan pelindung atau upaya menutupi fakta lapangan

Arah Investigasi Selanjutnya

Tim Media PutraBhayangkara.com bersama jurnalis investigasi dari Delikhukrim.com dan mitra media lainnya akan segera:

Melayangkan permintaan klarifikasi resmi ke Pertamina MOR I Sumbagteng dan sekaligus melaporkan Dugaan Penyimpangan penyaluran BBM Subsodo yang dilakukan SPBU Tabek Gadang Milik Irvan Herman yang baru saja disanksi PT Pertamina kembali berulah dengan permainan serupa.
Kemudian, Mengirimkan laporan tertulis kepada BPH Migas.

Selanjutnya, Tim Media Melakukan konfirmasi sekaligia melaporkan ke pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polda Riau. Karena, Pihak Polsek Bin Widya sama sekali tidak memberikan jawaban konfirmasi.

Langkah ini ditempuh sebagai bentuk komitmen media dalam mengawal akuntabilitas distribusi BBM subsidi, yang merupakan hak masyarakat kecil — bukan untuk disedot oleh mafia dengan restu diam-diam dari oknum atau pembiaran.

Kesimpulan Sementara:

Dugaan pelangsiran di SPBU No. 14.282.683 Tabek Gadang Milik Irvan Herman yang bekerjasama dengan Mafia BBM Subsidi dengan Sistem Deposit semakin kuat.

Manajemen tidak memberikan klarifikasi yang profesional. Munculnya sosok Khairuddin memperkeruh situasi, dan berpotensi sebagai pihak yang mencoba mengintervensi Wartawan yang bekerja menjalankan tugas jurnalistik. Media akan terus mengawal Dugaan Penyimpangan Penyaluran BBM Subsidi yang dilakukan SPBU Tabek Gadang Milik Irvan Herman ini sampai tuntas dan transparansi publik dalam Penyaluran BBM Subsidi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

;