DJ Water Park Diduga Buang Limbah ke Permukiman, Warga Pekanbaru Menjerit: Walikota Agung Nugroho Diminta Turun Tangan!

Delikhukrim.com-Pekanbaru, Krisis lingkungan kembali menghantam Kota Pekanbaru. Kali ini, DJ Water Park menjadi sorotan setelah dugaan kuat membuang air limbah langsung ke permukiman padat di Kelurahan Tuah Karya, Kecamatan Tuahmadani, Pekanbaru. Tanpa pengolahan memadai, air limbah ini tak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memicu banjir yang merugikan warga.

 

Peninjauan lapangan pada Minggu (27/4/2025) membuktikan, saluran pembuangan dari DJ Water Park membanjiri kawasan permukiman tanpa prosedur pengelolaan limbah yang benar. Limbah dialirkan keluar pagar area wisata tersebut dan memperparah kondisi banjir, terutama saat hujan deras.

 

Pencemaran dan Banjir: Derita yang Tak Tertanggapi

 

Warga Jalan Swakarya, Kelurahan Tuah Karya, sudah berulang kali menyuarakan keresahan. “Setiap hujan turun, air bercampur limbah masuk ke rumah kami. Anak-anak kami terancam penyakit. Sampai kapan kami harus menderita?” keluh seorang warga saat pertemuan dengan aparat kelurahan pada Kamis (24/4/2025).

 

Mereka menegaskan, saluran limbah yang dibangun DJ Water Park jelas melanggar regulasi lingkungan hidup dan menjadi sumber ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

 

Warga Ultimatum: Jika Pemerintah Lamban, Kami Bergerak

 

Desakan warga untuk penutupan saluran limbah semakin keras. Mereka memberi ultimatum: jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret dari kelurahan atau pemerintah kota, warga akan menutup sendiri saluran tersebut.

 

“Kami tidak butuh janji manis lagi. Kami ingin aksi nyata. Bila tidak, kami akan bertindak menutup saluran ini dengan tangan kami sendiri,” ancam salah seorang tokoh masyarakat setempat.

 

Walikota Agung Nugroho Diminta Bertindak Tegas

 

Di tengah memburuknya situasi, warga berharap penuh kepada kepemimpinan Walikota Pekanbaru, Bapak Agung Nugroho, untuk hadir dan mengambil langkah cepat dan tegas. Warga meyakini, di bawah kepemimpinan Agung Nugroho yang dikenal peduli pada nasib masyarakat kecil dan lingkungan hidup, persoalan ini harus segera direspons serius.

 

“Kami percaya Pak Agung Nugroho tidak akan membiarkan warganya menderita. Kami mohon beliau segera memerintahkan instansi terkait untuk mengevaluasi dan menutup saluran limbah ilegal ini sebelum jatuh korban,” tegas perwakilan warga.

 

Tunggu Apa Lagi?

 

Warga Pekanbaru kini menantikan bukti nyata keberpihakan pemerintah. Tuntutan mereka sederhana namun vital: lingkungan bersih, bebas banjir, dan kehidupan yang layak. Kini saatnya Pemerintah Kota Pekanbaru membuktikan komitmennya melindungi hak dasar warganya — hidup di lingkungan yang sehat dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/