Waduh!!!, SPBU 14.282.668 Harapan Raya Layani Mobil Langsir, Pengawas Benarkan Pelangsir Bisa Isi Sendiri

Delikhukrim.com, Pekanbaru- Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) yang ada di kota Pekanbaru diduga masih marak dipenuhi antrian mobil pelangsir. Hal ini terlihat dibeberapa SPBU yang ada di kota Pekanbaru. Ada belasan hingga puluhan mobil pelangsir BBM jenis solar yang mengantri.

Salah satunya seperti SPBU 14.282.668 yang berada di jalan Harapan Raya Kota Pekanbaru Diduga minyak dari mobil pelangsir tangki modifikasi tersebut untuk dijual kembali ke gudang penampung minyak yang akan dijual ke industri kembali.
Ironisnya lagi, Rahmat Yusrizal selaku SPBU 14.282.668 di Jalan Harapan Raya mengatakan, SPBU milik bosnya Riyanto Tampubolon tidak masalah adanya pelangsir yang mengisi minyak sendiri minyak ke tangki modifikasinya justru operator itu membantu operator.

“Kalau isi sendiri itu bisa jadi membantu, kalau operator pompa sebelahnya lagi sibuk,” ungkap Rahmat.

“Yang jelas, Kita mengisi dan saya sudah perintahkan kepada operator mengisi sesuai dengan kapasitas mobil mereka dan sesuai dengan barcode, kalau ngisi bolak balik kita tolak, ” ujar Rahmat.

Ketika ditanya apakah dibenarkan oleh SPBU tempatnya bekerja dibenarkan mengisi mobil langsir.  Rahmat mengatakan pihaknya tetap melayani namun diisi tetap sesuai kapasitas dan kalau ada operator bermain itu menjadi tanggung jawabnya sendiri dan akan diberikan sanksi sampai dengan pemecatan. Kendati, perbuatan tersebut dilakukan operator yang nota bene merupakan tindakan SPBU.

“Kalau ada mobil langsir bang tidak mungkin kita tanya, yang jelas saya sudah sampaikan kepada operator diisi sesuai dengan kapasitas kapasitas barcode. Kalau masih ada yang bermain tidak mungkin saya awasi kerja operator yang penting sudah disampaikan, “beber Rahmat.

# Jatah Bulanan SPBU Untuk Mobil Patroli Polsek Bukit Raya
Ia mengaku, bahwa pemilik SPBU banyak dari pihak keluarganya merupakan anggota polisi dan SPBU tempatnya bekerja tidak pernah memberikan minyak kepada siapapun secara GRATIS terkecuali minyak bulanan untuk mobil patroli Polsek Bukit Raya yang merupakan wilayah hukum miliknya.

“Minyak bulanan itu hanya untuk Polsek Bukit Raya untuk mobil patroli, ” beber Rahmat.

Berdasarkan pantauan tim awak media DelikHukrim.com sedang hendak mengantri guna mengisi minyak pertalite, Kamis (8/6/2023) pada pukul 14.37 WIB tampak antrian pompa Bio Solar salah seorang pria yang bukan operator SPBU tengah mengisi minyak Bio Solar sendiri (BBM jenis Solar Subsidi) ke bak mobil pickup L300 nopol BA 8355 HU yang semestinya mengisi ke tangki, tim awak media DelikHukrim.com mencoba mengkonfirmasikan kepada seorang pria tersebut  langsung mencurigakan itu langsung kabur tanpa perdulikan pertanyaan tim awak media DelikHukrim.com, masih tetap antrian pada barisan pompa Bio Solar terlihat juga mobil yang sama pick up L300 warna hitam bernopol BM 8782 KD yang diduga pelangsir minyak BBM jenis solar subsidi terlihat tempat pengisianya telah dimodifikasi pada bagian bak mobil ketika dikonfirmasi kembali supir ini langsung tancap gas tanpa memperdulikan juga pertanyaan yang sama dari tim awak media DelikHukrim.com .

Atas peristiwa kegiatan diduga adanya permainan curang oleh pihak operator SPBU 14.282.668 dan para mobil langsir tangki modifikasi tim awak media Delikhukrim.com mengkonfirmasikan langsung ke seorang wanita bernama Winda karyawan SPBU 14.282.668 petugas operator pada pompa Bio Solar bahwa dirinya mengatakan” belum ada ngisi pak, belum ada ngisi pak”. ujarnya sambil bergegas berlari meninggalkan pompa tanpa mempedulikannya melayani mobil lainnya yang tengah rame mengantri.

Rahmat mempersilakan pihak media untuk mempublikasikan kepada publik terkait adanya temuan dugaan penyelewengan BBM yang disubsidi pemerintah dengan pengisian mobil langsir dengan tangki yang sudah dimodifikasi (baby tank).

“Silahkan tulis semua yang abang temukan, saya sudah banyak wartawan datang jalani tugas masing-masing, ” ujar Rahmat.

“SPBU boleh mengisi hanya boleh satu kali, sesuai dengan kapasitas sesuai dengan barcode, ” imbuh Rahmat lagi.

Kendati, Pihak SPBU tersebut sudah banyak memecat anak buahnya yang bermain dengan pelangsir dan sanksi langsung dipecat. Kendati, adanya oknum SPBU milik mereka melakukan pelanggaran menyeleweng kan BBM bersubsidi. Namun, kata Rahmat, pihak PT Pertamina tidak pernah memberikan sanksi kepada SPBU mereka atas pelanggaran dilakukan operator SPBU mereka tersebut.

“Ada yang nakal kita tidak tahu. Sudah banyak bang yang kita keluarkan. Apalagi, untuk mobil hanya boleh satu kali melebihi satu kali keluar. Saya tidak menandai mana mobil langsur dan mana yang bukan mobil langsir. Kalau datang orang orang kayak abang (wartawan, red), polisi, militer. Yang jelas saya mengikuti prosedur sesuai kapasitas, ” terang Rahmat.

Meskipun demikian, SPBU tempatnya bekerja terjadi penyelewengan BBM bersubsidi dan sampai berurusan dengan pihak kepolisian. Rahmat penuh percaya diri mengatakan SPBU tempatnya bekerja tidak pernah diberikan sanksi oleh pihak plPT Pertamina.

“Sejak berdiri 2005, sudah banyak yang kita pecat kalau ada operator kami bermain dan pernah kasusnya satu anggota kita operator masuk ke Polda Riau, ditangkap operator kami. Kami tidak pernah disanksi pertamina, ” imbuh Rahmat lagi.

Menurutnya, SPBU tempatnya bekerja lebih rame dibandingkan pengisian dibandingkan sebelum sebelumnya diduga dikarenakan SPBU di Jalan Rawa Bangun jatahnya dikurangi.
“Sekarang kita rame. Setahu saya itu karena SPBU Rawa Bangun kuotanya dikurangi maka disini sering antri. Mereka tinggal 4 tinggal dan kita masih 16 ton, ” tandas Rahmat. ***(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *