Babinsa Empat Balai Hadiri Mediasi Tambang Ilegal…

Delikhukrim.com – Babinsa Desa Empat Balai Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau ikut hadir dalam mediasi dengan penambang ilegal di desa tersebut.

Persoalan galian C ilegal berawal dari tanah desa yang ditambang secara ilegal dan hasil tambangnya dijual kepada pihak PT Wika untuk pembangunan proyek jalan tol Bangkinang pangkalan menimbulkan konflik antar warga dan perselisihan yang terjadi di desa Empat balai Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar.

Awal perselisihan ini karena Kades Empat Balai menggali tanah milik desa dan tanah galian tersebut dijual kepada PT Wika untuk proyek jalan tol. Namun, Kades ketika ditanyakan warga berapa hasilnya tanah tersebut dan berapa dijual kades terkesan enggan menjelaskan tertutup,sehingga timbul konflik antara warga dengan kades yang berujung mediasi dihadiri Babinsa Desa Empat Balai.

Menjual tanah timbun milik desa seharusnya peran Babinsa mencegah terjadinya tambang ilegal guna mencegah konflik yang berkepanjangan dan menghindari tindakan tambang ilegal.

Babinsa Desa Empat Balai yang seharusnya melaporkan kegiatan tambang ilegal di wilayahnya justru diduga membantu menjembatani permasalahan secara mediasi di Kantor desa empat balai Sabtu 03 Juni 2023 pkl 10.45 Wib bahkan dilaporkan kepada Komandannya. Adapun laporan Babinsa tersebut sebagai berikut:

 

Selamat Sore Yth Komandan:

Prihal Mediasi permasalahan ttg masalah galian C di simpang sungai jelatang dusun sungai lintang desa empat balai kec. Kuok Kab.Kampar.

 

A.Ijin melaporkan hari Sabtu tgl 03 Juni 2023 pkl 10.45 Wib Anggota Koramil 01/Bkn Babinsa Desa empat balai Serda Boifamalo gea melaksanakan kegiatan mediasi tentang permasalahan perizinan galian C di desa empat balai kec kuok Kab.Kampar.

 

B.Tempat:Dusun sungai lintang desa empat balai Kec. Kuok Kab Kab.Kampar.

 

C. Turut Hadir :

– Sekdes empat balai Bpk ERMEN SUSILA S.Sos-Babinsa,Serda Boifamalo Gea

Kepala Dusun Bpk Ibrahim,Perangkat Desa setempat,Ketua pemuda Dusun sungai lintang Bpk Dodi Mislan

 

D.Pelaksanaan mediasi permasalahan galian C di simpang jelatang Dusun sungai lintang.

 

E.Adapun isi pernyataan An :

1.Ada 1 orang Warga yang sentimen sama aparat desa Berinisial Diyal krisna Putra yang berkeritik menggugat galian C yang berada di lokasi lahan milik desa.

1.Sebelum penggalian C tersebut telah di rapatkan seluruh aparat desa bahwa tanah desa tersebut sudah di sepakati bersama, setahun yang lalu di aula kantor desa empat balai

2.Ganti rugi lahan desa tersebut ± 45 juta dari PT WIRA.Dana tersebut digunakan untuk membeli bibit sawit dan pupuk, bibit tersebut akan di tanam kembali di atas lahan tersebut.

3.Sebenar bukan galian C yang di galih hanya sisa staking tanah yang di ambil untuk tanah timbunan.

F.Kegiatan berjalan aman dan lancar Demikian dilaporkan Dokumentasi Terlampir.

Sebelum sudah dilansir media Radar nusantara.com kamis 15 juni 2023.terkait kades Empat balai diduga jual tanah milik desa kepada PT Wika untuk proyek jalan Tol Bangkinang pangkalan dengan judul.

Semoga Sampai ke Telinga Presiden Joko Widodo,PT Wika Diduga Gunakan Matrial Ilegal Untuk Proyek Jalan Tol.

Menindaklanjuti surat Deputi| Kepala Staf Kepresidenan nomor B-024/KSP/D.1/01/2022 tanggal 27 Januari 2022 perihal Risalah Rapat Koordinasi Penyelesaian Permasalahan Izin Penambangan Quary pada Pembangunan Jalan Tol diseluruh Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat menerbitkan surat nomor 07.02-P/130.tentang Pedoman dan prosudur izin Penggunaan Material Timbunan pada Pelaksanaan Konstruksi Jalan Tol diseluruh Indonesia, surat tersebut diterbitkan pada tanggal 2 maret tahun 2022.Digedung Bina a. arga Jalan Pattmura No.20, Kebayoran Baru Jakarta Selatan

Didalam surat tersebut juga dijelaskan dijelaskan.Lokasi quarry yang digunakan sebagai supplier material untuk pembangunan jalan Tol harus yang telah memiliki ljin.Selain itu,Konsultan PMI (Pengendalian Mutu Independen) diminta untuk melaporkan secara khusus kondisi Ijin Usaha pada sumber quarry material yang digunakan pada masing-masing ruas jalan Tol.Demikian dikutip isi surat Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat tersebut.

Namun sayangnya Tanah milik Desa Empat Balai Kecamatan Kuok diduga digali dan dijual oleh kepala Desa kepada pihak PT Wijaya Karya (Persero) untuk pembangunan proyek jalan tol Bangkinang.Hal ini diungkapkan masyarakat setempat yang mewanti-wanti agar namanya jangan ditulis,”ujar Sumber yang minta tidak disebutkan namanya.

Dilanjutkannya, tanah desa yang dikuasai dan atau dimiliki oleh Pemerintah Desa sebagai salah satu sumber atau untuk kepentingan sosial dan pendapatan asli desa yang berada di sungai jilatang Dusun Sungai lintang Desa Empat Balai Kecamatan Kuok justru diduga digali tanpa izin.

“Usai digali kemudian tanah timbunnya diduga dijual untuk keperluan proyek penimbunan jalan tol.diperkirakan luas tanah desa yang digali lebih kurang 1 Hektare,sehingga kondisi tanah desa tersebut berlobang,”imbuhnya

Menindaklanjuti informasi tersebut,pewarta melakukan konfirmasi kepada Pak Zul Yang disebut Humas PT Wika,namun hingga kini tidak diresponnya

Sementara itu,Proyek pembangunan tol di bangun oleh PT.wika.sedangkan subcon PT.wira agung diduga membeli tanah timbun Desa tersebut untuk pembangunan tol Bangkinag-Pangkalan.

“Maaf ya pak,sy membeli itu dari pak ikip dan itupun statusnya saya disuplai matrial kalau untuk status tanahnya milik siapa saya tidak tau, yg tau cuma pak ikip nanti saya konfirmasi ke pak ikipnya kalo memang pak ikip menyampaikan seperti itu,”jawab Rudi Legiano dikonfirmasi melalui pesan whatsapp (4/6/2023)

Sedangkan pihak PT Wika dikonfirmasi mengatakan dia tidak tau tentang tanah galian C atau material tanpa izin digunakan untuk proyek jalan tol.

“Mohon maaf pak,rasanya saya kurang berkompeten untuk menjawab dan menjelaskan bapak,Karena ketidak tahuan informasi mengenai ini bapak, ” ujarnya.

Saat ditanya pewarta,bagaimana tindakannya ketika terbukti pihak PT Wika membeli tanah desa empat balai Kecamatan Kuok yang diduga tidak berizin? (Tambang Galian C ilegal)

“Saya sebetulnya tidak berkompeten untuk menjawab ataupun menjelaskan pak, mungkin bagian humas yg lebih mengerti pak,”jawabnya.

Kades Empat balai dan Camat kuok kabupaten Kampar dikonfirmasi sampai saat bungkam

Sementara itu Ketua KNPI Riau Larshen yunus mengatakan,jika benar pihak kepala Desa menjual tanah (material) untuk pembangunan jalan tol itu bisa di kategorikan melakukan (PMH) perbuatan melawan hukum,penegak hukum seharusnya bertindak cepat dan memeriksa siapa saja yang diduga terlibat.

Selain itu Tambah yunus,jika benar pihak PT.wira agung yang menyuplai tanah tersebut ke PT Wika,bisa dikatakan mereka menjual matrial curian untuk digunakan proyek tol,ini harus di periksa juga,dan apabila terbukti pihak PT Wika menampung tanah yang dijual kepala desa empat balai sama saja pihak PT Wika sebagai penadah tambang matriy curian atau ilegal,makanya dalam waktu dekat ini kita akan buat laporan kepada APH agar tudingan ini tidak jadi bola liar,”demikian disampaikan Larshen Yunus. ***(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *