Ngaku Ponakan Kapolda Riau Lakukan Pengancaman, Pahlevi Teror Kuasa Hukum Pelapor Setelah Dipolisikan

Foto Kapolda Riau yang dikirimkan Pahlevi Terlapor Pelaku Pengancaman ke Kuasa Hukum Pelapor

Delikhukrim.com- Setelah dilaporkan, Pahlevi Oknum Pemuda yang mengaku Keponakan Kapolda Riau dilaporkan ke Polda Riau dalam dugaan pemerasan dengan pengancaman yang diduga dilakukan kepada Sunardi.

Namun, Pahlevi malah terus melakukan teror terhadap Kuasa Hukum Pelapor Bambang Keristian, SH.

Al hasil, tindakan Pahlevi menjual nama Kapolda tersebut kembali dilaporkan ke Irjen Pol M.Iqbal,S.I.K, MH Kapolda Riau oleh Bambang Kuasa Hukum Sunardi selaku pelapor.

“Persoalan teror yang dilakukan terlapor pengancaman dengan pemerasan ini sudah saya sampaikan ke Kapolda Riau. Terkait Pelapor yang terus mengirimkan foto-foto Kapolda Riau Irjen Pol M. Iqbal dengan nada teror, ” ungkap Bambang Keristian, SH kepada Delikhukrim.com, Selasa (8/8/2023).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pahlevi diduga melakukan pemerasan dengan pengancaman dengan mengaku sebagai keponakan Kapolda Riau terhadap Sunardi klien Bambang Keristian, SH

Al hasil, karena tidak terima dengan tindakan Pahlevi yang diduga melakukan pengancaman dan pemerasan terhadapnya, Sunardi didampingi Kuasahukumnya Bambang Keristian, SH melaporkan Pahlevi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau dengan Laporan Polisi dengan Nomor :STPL/B/303/VIII/2023/SPKT/POLDA RIAU,Minggu (5/8/2023).

“Pelaporan pengancaman dengan pemerasan sudah diterima Minggu 5 Agustus kemarin, kerugian klien kami lebih kurang 5 juta rupiah. Yang mana terlapor dari aplikasi Get Contact bernama Pahlevi, terlapor dengan menakut-nakuti klien kami dekat dengan Kapolda Riau dengan menampilkan fotonya bersama Kapolda Riau, ” ungkap Bambang Keristian, SH Kuasa Hukum Pelapor Sunardi kepada wartawan, Senin (6/8/2023).

Menurut Bambang, tidak hanya kliennya yang mendapatkan pengancaman. Bahkan, Bambang selalu Kuasa Hukum juga diintervensi pelapor yang mengaku anggota Brimob. Namun, setelah dikonfirmasi kepada pihak Brimob dan pihak Brimob Polda Riau sudah menjawab jika yang bersangkutan bukan anggota Brimob.

“Saya juga dapat intervensi dari terlapor, mungkin mereka merasa dipersulit untuk dapatkan uang dari klien saya, ” ujar Bambang.

Bambang Pengacara Muda Kenamaan Riau ini menuturkan sebelum membuat Laporan ke SPKT Polda dengan Nomor : STPL/B/303/VIII/2023/SPKT/POLDA RIAU. Dirinya sudah melakukan konfirmasi kepada Kapolda Riau Irjen Pol M. Iqbal, S.I.K, M.H melalui pesan WhatsApp (WA) terkait adanya oknum mengaku keponakan Kapolda Riau dan akan dilaporkannya ke Polda Riau.

“Alhamdulillah, tidak ada hambatan laporan kami sudah diterima, ” terang Bambang.

Ia menilai, terlapor harus segera diproses karena tindakan yang mengarah ke Premanisme dengan menjual nama Kapolda Riau jelas bertentangan dengan aturan yang berlaku.

“Ini harus diproses karena mengaku keluarga Kapolda, karena hal- hal seperti ini tindakannya ini memang tidak dibenarkan. Harapan saya ini harus diusut tuntas. Sehingga, tidak ada lagi tindakan premanisme apalagi menjual nama Kapolda Riau, ” tandas Bambang.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H tidak menjawab konfirmasi yang disampaikan Media ini sampai berita ini dipublikasikan. Begitu juga dengan Pahlevi yang disebut pelapor mengaku sebagai Keponakan Kapolda Riau yang dilaporkan atas dugaan pemerasan dengan pengancaman tidak memberikan tanggapan ataupun jawaban terkait dirinya yang sudah dilaporkan ke Polda Riau. ***(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *