Mobil Pelangsir BBM Subsidi Disebut Milik Cintek, Terekam Kamera Isi Solar di SPBU Nomor 13.282.621 Jalan Pesantren Pekanbaru

Delikhukum.com, Pekanbaru – Kembali lagi tertangkap kamera atas aksi penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar yang kerap terjadi di SPBU 13.282.621 Jalan Pesantren kali ini aksinya layani para mobil pelangsir BBM tangki modifikasi mulai tengah malam, hingga dini hari.

Terpantau tim awak media delikhukrim.com Jum’at (10 mei 2024 sekira pukul 1.30 WIB, tampak terlihat jelas dari pinggir jalan satu unit mobil minibus panther warna biru tua tengah mengisi BBM subsidi di pompa bio solar, dengan waktu pengisian cukup begitu lama , sehingga tim memutuskan untuk mendekati guna memastikan aksi mereka yang selama ini kerap terjadi aksi penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di SPBU 13 .2 82.6 21 Jalan Pesantren, Tenayan Raya Pekanbaru.

yang sebelumnya aksinya tak asing lagi sama halnya tak jauh berbeda dengan malam ini aksi mereka disinyalir kuat ada kerjasama antara SPBU dengan mafia BBM subsidi.

Menghampiri lebih dekat guna mencoba memastikan kembali sekira pukul 1.58 WIB dini hari, terlihat jelas ternyata benar dugaan kuat tim mobil biru tua nopol B M 18 19 L O salah satu kelompok mafia BBM subsidi jenis solar yang disebut sebut salah satu mobil tangki modifikasi pelangsir BBM subsidi jenis solar, sebelumnya telah terpantau sering terparkir di salah satu gudang penimbunan BBM Subsidi ilegal di wilayah kulim tenayan Raya Pekanbaru.

Bergegas meninggalkan aksi mereka tim awak media pun segera upaya konfirmasi atas temuan tersebut kepada pihak management SPBU 13.282.6 21 Jalan Pesantren Tenayan Raya bernama agus namun atas temuan tim awak media delikhukrim.com tidak menjawab konfirmasi nya sehingga tayang.

Kendati demikian Tim awak media akan tetap Menindaklanjuti hasil temuan tersebut ke pihak APH aparat penegak hukum Pertamina BPH migas agar diberikan sanksi atas aksinya mereka yang jelas jelas terancam pidana tentang undang-undang migas karena telah merugikan negara miliaran rupiah.

aktivitas ilegal penjualan BBM Subsidi (Biosolar) kepada mafia-mafia BBM dalam jumlah besar yang dilakukan
di beberapa lokasi wilayah salah satunya di SPBU 13.282.621 Jalan Pesantren, Tenayan Raya, Pekanbaru.

 

Berawal aksi seorang pria nekat memvideokan mobil Langsir atau disebut tangki modifikasi jenis box l300 warna hitam nopol b 95 03 K E U yang tengah isi BBM subsidi jenis solar di SPBU dini hari

disebut milik Cintek, karena mereka tahu saya sambil memvideokan meteran di pompa Bio Solar, yang dikeluarkan sehingga dia hanya pengisian standar saja, setelah itu berangkat”.

Para Mafia perampas BBM Subsidi Jenis Solar tampaknya kian merajalela saja, seakan terkesan pembiaran oleh pihak APH aparat penegak hukum, dianggap tutup mata membuat para mafia pemburu BBM subsidi jenis solar leluasa menguasai SPBU sekota Pekanbaru.

Menurut informasi didapat aktivitas mobil pelangsir tersebut milik Rambe yang telah diberitakan sebelumnya atas temuan tim awak media dari
beberapa unit mobil dari jenis minibus hingga cold diesel dengan tangki modifikasi sebagai pelangsir BBM subsidi jenis solar yang banyak aksinya mengisi secara berulang kali di SPBU 13.282.621 Jalan Pesantren, Tenayan Raya, Pekanbaru.

 

 

Diketahui aktivitasnya tertangkap kamera kembali oleh Tim awak media delikhukrim.com dari beberapa mobil minibus yang diduga kuat tangki modifikasi/pelangsir dianggap tidak asing lagi aktivitasnya sebagai pelangsir BBM subsidi jenis solar dengan mengisi secara berulang kali di beberapa SPBU kota Pekanbaru yang sebelumnya telah diberitakan oleh Tim awak media delikhukrim.com

 

Padahal Pemerintah mengalokasikan Solar subsidi untuk masyarakat yang perlu dibantu, bukan untuk industri-industri yang melakukan bisnis yang komunikasi atau mafia migas. Kita menghimbau, industri yang masih menggunakan solar subsidi, ganti pakai BBM yang tidak bersubsidi. Supaya tidak mengurangi jatah masyarakat yang berhak mendapatkan alokasi BBM subsidi,

Awak media meminta Aparat Penegak Hukum (APH) harus menindak tegas pelaku penyalahgunaan BBM subsidi yang diduga dilakukan SPBU.

sebagaimana diatur dalam Pasal 55 Undang undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang menyatakan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak, bahan bakar gas, dan/atau liquefied petroleum gas yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi rupiah 60 miliar.

Sanksi serupa juga dinyatakan dalam Pasal 94 ayat 3 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.***(Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *