Polemik Lurah Agrowisata Zulken SP: Warga Diintimidasi, Media Diperalat? Kedekatan Oknum Wartawan Disorot, Fakta Lapangan Diputarbalikkan

Delikhukrim.com-Pekanbaru, Selasa, 6 Mei 2025, sekira pukul 17.00 WIB, Lurah Agrowisata Zulken SP tiba-tiba mengirim pesan WhatsApp ke awak media DelikHukrim.com. Dalam pesan itu, Zulken menyodorkan foto dan video yang jelas dimaksudkan untuk membela diri, namun justru memperburuk citranya di mata publik.

 

Dalam foto yang dikirim Zulken, tampak seorang wanita yang diduga Kak Teti — warga yang selama ini berani menyuarakan protes terkait sengketa tanah — duduk termenung di atas tanah kosong. Wajahnya lelah, bingung, bahkan memancarkan trauma mendalam.

 

Warga yang melihat gambar itu justru makin bertanya-tanya:

 

“Apa sebenarnya maksud Pak Lurah menyebarkan foto penderitaan warganya sendiri? Ini untuk bela diri atau justru menekan warga? Di mana nurani pejabat kota ini?”

 

Alih-alih meminta maaf atas ucapannya yang viral karena menghina Kak Teti dengan kata-kata kasar, Zulken malah menyebarkan video pernyataan dua warga lain yang meminta maaf atas pelanggaran di lahan PT Surya Dumai. Ironisnya, video itu tak sedikit pun menyentuh luka batin Kak Teti yang jadi korban langsung.

 

Narasi Oknum Wartawan: Fakta Diputar Balik, Warga Disalahkan

Tak lama, muncul pula pemberitaan dari seorang oknum wartawan yang diketahui dekat dengan Zulken SP. Dalam narasinya, si lurah dibela habis-habisan. Ia mengklaim bahwa kemarahan Zulken tersulut oleh ancaman dari warga berinisial T (Butet), yang katanya menyebut “bintang tiga” dan “kejaksaan” untuk menekan lurah.

 

Warga pun disebut sebagai pelaku intimidasi, sementara Zulken digambarkan sebagai korban tekanan.

 

Namun fakta lapangan berkata lain.

 

Video asli yang viral jelas merekam Zulken SP menghina warga dengan kata-kata:

 

“Diam lah kau, anjing kau… pantek lah kau… gertak-gertak ku hantam kepala kau nanti!”

 

Foto trauma Kak Teti kini beredar luas, justru menunjukkan korban tertekan hebat, bukan pelaku.

 

Beredar foto oknum wartawan berbaju merah duduk santai bersama Zulken SP, menguatkan dugaan bahwa narasi berita hanya pesanan untuk membela lurah dan membungkam suara rakyat.

 

“Kalau benar Pak Lurah korban, kenapa malah terekam menghina warga? Kalau memang ada ancaman, proses hukum dong, bukan main kasar begitu!” tegas salah seorang tokoh masyarakat.

 

Warga Geram: Desak Evaluasi Oknum Wartawan & Pecat Zulken SP!

Masyarakat Agrowisata kini menyatakan sikap tegas. Mereka menilai ini bukan sekadar soal amarah lurah, tapi sudah masuk kategori penyalahgunaan kekuasaan dan manipulasi opini publik.

 

Warga menuntut:

 

Media tempat oknum wartawan itu bernaung segera mengevaluasi integritasnya.

 

Lurah Zulken SP dicopot karena telah mencoreng wajah Pemerintah Kota Pekanbaru.

 

Pemko Pekanbaru tak boleh membiarkan rakyat terus ditekan demi menyelamatkan muka pejabat nakal.

 

“Ini negara hukum, bukan kerajaan lurah! Warga berhak bersuara tanpa diintimidasi. Kalau pemimpin diam, artinya memberi izin pada kezaliman,” seru seorang aktivis muda Pekanbaru yang ikut mendampingi warga.

 

Desakan Tajam ke Walikota Agung Nugroho: Jangan Bungkam!

Kini bola panas ada di tangan Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.

Warga menuntut walikota untuk bertindak:

 

Apakah Agung Nugroho berani menindak Zulken SP yang sudah mempermalukan Pemko Pekanbaru?

 

Ataukah ia memilih diam, membiarkan arogansi ini terus tumbuh di bawah pemerintahannya yang baru?

 

“Kalau Walikota bungkam, artinya beliau setuju Pekanbaru jadi kota intimidasi!” kata seorang warga yang jadi saksi langsung insiden penghinaan itu.

 

Alarm Demokrasi Pekanbaru

Kasus ini bukan soal sengketa tanah semata. Ini sudah menjadi alarm keras bagi demokrasi di Pekanbaru:

 

Ketika kekuasaan dipakai untuk menekan rakyat

 

Ketika media diperalat jadi alat pembenaran pejabat

 

Ketika korban penderitaan malah dipamerkan sebagai alat bela diri

 

Maka sesungguhnya demokrasi Pekanbaru sedang dalam ancaman serius.

 

Warga kini bergerak, tagar #PekanbaruMelawanArogansi dan #JanganDiamPakWalikota mulai bergema di media sosial. Mereka menuntut:

Pecat Zulken SP! Evaluasi wartawan pesanan! Bersihkan birokrasi dari oknum arogan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/