Delikhukrim.com-Pekanbaru, Ketika harapan warga Kelurahan Agrowisata tertuju kepada Camat Rumbai Barat, Fachruddin Panggabean S.Sos., M.AP, jawaban yang muncul justru mengecewakan publik.
Dalam konfirmasi yang diterima redaksi, Camat Fachruddin menyebut bahwa dirinya belum bisa mengambil sikap terkait polemik Lurah Zulken SP, dengan alasan “harus jumpa pimpinan dulu” karena “pimpinan masih tugas luar kota”.
“Ntar Pak… kita jumpa pimpinan dulu, nanti kami kabari… krn pimpinan kita msh tugas luar kota, Mks Ya Pak Infonya,” ujar Fachruddin dalam pesan singkatnya.
Warga pun geram:
“Pejabatnya marah-marah ke rakyat, camatnya malah lempar bola. Ini cara birokrasi Pekanbaru sekarang? Semua nunggu pimpinan? Lantas rakyat nunggu sampai kapan?”
Lebih parah, Camat Fachruddin juga menyatakan akan mengabari setelah melapor ke atasannya:
“Tentu kami sampaikan dulu kejadian ini ke pimpinan dulu… baru saya kabari,”* katanya.
Di Mata Publik, Ini Dinilai Sebagai Tindakan Mengulur Waktu.
Sementara korban sudah trauma, nama baik pemerintah sudah tercoreng, para pejabat justru sibuk saling tunggu komando.
“Lurah Zulken SP hina rakyat, sekarang fotonya malah dipamerkan. Camatnya diam, bilang nunggu atasan di luar kota. Ini mental birokrat penakut, bukan pemimpin rakyat!”* seru aktivis muda Pekanbaru, Ahmad Yusuf.
Kini, tekanan semakin besar kepada Walikota Pekanbaru Agung Nugroho. Warga menuntut agar tak hanya lurah yang diproses, tapi juga jajaran camat yang dinilai tak punya nyali bersikap tegas terhadap bawahannya.
“Kalau camatnya lemah begini, bagaimana rakyat mau dapat perlindungan? Pak Walikota, ini saatnya Anda buktikan keberpihakan ke rakyat, bukan ke pejabat arogan!”
## Pekanbaru Menunggu:
Copot Lurah Zulken SP
Evaluasi Camat Rumbai Barat
Bersihkan birokrasi dari pejabat penakut
*#CopotZulkenSP*
*#EvaluasiCamatRumbaiBarat*
*#PekanbaruMelawan*











